Sudah Nggak Cinta atau Tidak Pernah Cinta?

Ini kisah nyata seorang sahabat saya. Sahabat yang mana? Nggak akan saya tulis ah, nggak enak kalo ada yang baca blog ini dan nebak-nebak. Moga2 aja sahabat saya nggak baca, tapi kalo pun ternyata dia silent reader (GR bener yak gw) blog ini, maaf ya bok kalo kisah lo jadi inspirasi tulisan gw, karena banyak yang bisa diambil hikmahnya dari kisah lo...

Bagai petir di siang bolong, bulan ramadhan saat siang2 panas nan terik YM an sama sahabat saya yang udah lamaaaa banget kita nggak ketemu dan ngobrol, ternyata dia ngasi tau kalo mau divorce sama suaminya di umur pernikahan yang bisa dibilang baru sebentar. Saya nggak percaya dan mengira dia cuma becanda. Udah lama banget nggak saling kontak bukannya denger kabar kehamilan atau apa kek, eh malah kabar mau divorce. Bukan saya yang akan cerai tapi hati terasa perih dan pengen nangis denger sahabat deket saya mau cerai sama suaminya. Perih karena saya cukup kenal sama suaminya dibanding teman saya yang lain yang cuma kenal sekilas sama suaminya. Perih karena keluarga kecil saya pernah jalan bareng sama sahabat saya dan suaminya. Perih karena yang saya tau suaminya adalah orang yang amat sangat baik. Perih karena suami saya lah yang memotret prewedding picture mereka. Sedih, pengen nangis, campur aduk jadi satu :(

Ditanya alasan yang bikin mereka mau divorce, sahabat saya nggak ngaku apa alesan yang sebenernya. Dan sayapun nggak mau ngorek lebih dalam dan maksa dia untuk cerita ada apa sebenernya sama rumah tangganya karena itu adalah urusan pribadi mereka dan saya tau pasti berat buat sahabat saya untuk cerita. Di akhir percakapan YM dia hanya bilang, Bila salah satu antara rumah tangga dan karir harus hancur (dalam hal ini rumah tangga nya yang hancur), maka dia ngga akan membiarkan hal yang satunya (karir) ikut hancur juga. Cuma dia yang tau apa maksud kalimatnya itu...

Nggak lama setelah kita udahan YM-an, sahabat saya telpon. Ternyata dia nggak kuat untuk nggak cerita dan curhat sama saya. Jadilah kita ngobrol 1jam-an di telpon membicarakan apa yang terjadi sama rumah tangganya. Selama ini dia simpan semua sendiri, yang tau hanya keluarganya aja. Untuk memberi tahu ibunya pun dia nggak berani karena ibunya pernah stroke. Alasan utama yang bikin mereka akan divorce sampai detik inipun sebenernya nggak dia ceritain. Yah saya ngerti itu hal yang terlalu pribadi dan saya nggak mau ngorek-ngorek untuk cari tau. Tapi ada beberapa hal dia ceritakan, beberapa hal yang bikin sahabat saya ambil keputusan untuk divorce.

Disini saya nggak akan membeberakan hal-hal apa aja yang diceritain sama sahabat saya. Tapi ada 1 hal yang amat sangat mengusik saya. Sahabat saya bilang, beberapa bulan lalu terkuaklah kalo suaminya ternyata nggak mencintai dia. Yak, suaminya menikahi dia bukan karena suaminya cinta sama sahabat saya. What!!!
Suatu hari, suaminya minta maaf dan mengakui kalo dia menikahi sahabat saya bukan karena cinta dan dia nggak bisa mencintai sahabat saya sebagai istri. Lha terus selama ini ngapaian dong... Kenapa nekat nikah kalo emang nggak cinta? Alasan suaminya: karena ingin membahagiakan orang tua *jederrrr*

Saya panasaran, sebenernya suaminya sudah nggak cinta (berarti pernah cinta) atau memang nggak pernah cinta dari awal? Saya ngga habis pikir, karena suaminya ingin membahagiakan orang tua (dalam hal ini ibunya), dia nekat menikahi gadis yang ternyata nggak dia cintai. Yang ternyata dikemudian hari (sekarang) keputusannya itu menyakiti sahabat saya, kelurga besar sahabat saya, dan ibu kandung suaminya itu tentunya. Saya nggak ngebayangin gimana perasaan sahabat saya waktu suaminya membicarakan hal ini. Pasti hatinya perih banget karena saya tau sahabat saya adalah orang yang sulit jatuh cinta. Saya tau record percintaannya yang sulit buat jatuh cinta sama cowo. Dulu kalo pacaran cuma sebentar2 dan cenderung nggak serius. Sekalinya serius dan dia jatuh cinta banget ternyata orang yang dia cintai nggak memeberi timbal balik yang sama.

Yang saya tau, suaminya adalah orang yang sangat baik, cinta keluarga, cinta anak kecil, sopan, agamanya kuat, tutur bahasanya halus, pokoknya saya liat sahabat saya nggak salah pilih suami deh waktu itu. Saya masih inget cita2 suaminya yang pengen punya anak banyak kalo menikah. Karena cintanya pada orang tua pulalah dia akhirnya nikah sama sahabat saya. Ibunya udah sayang banget sama sahabat saya karena ibu suaminya nggak punya anak cewe. Jadi sahabat saya itu amat sangat disayang sama ibu mertua nya. Karena liat ibunya udah sayang banget sama sahabat saya maka suami sahabat saya ini nggak sampai hati nggak nurut sama ibunya. Suaminya ingin menyenangkan ibunya dengan menikahi sahabat saya. Mungkin dia berharap bisa jatuh cinta seiring perjalanan berumah tangga, tapi ternyata hati berkata lain. Suami sahabat saya nggak kuat hidup menikah dengan orang yang nggak dia cintai, dia nggak bisa mencintai sahabat saya sebagai seorang kekasih dan istri...

Awalnya saya marah banget pas tau suami sahabat saya kayak gitu. Sebagai sesama cewe, saya sangat mengutuk si cowo itu! Buat apa sok menyenangkan hati orang tua kalo pada akhirnya dia menyakiti hati istrinya sendiri dan akhirnya menyakiti hati ibunya juga tho....
Pengen ikutan marah tapi ternyata sahabat saya sekarang ini sudah tahap legowo, ikhlas. Katanya fase kemarahan nya udah kewat. Jadi masa-masa berlinangan air matanya udah lewat juga karena kejadian pengakuan ini udah lewat beberapa bulan lalu. Sahabat saya udah mulai bisa menata hatinya. Katanya proses divorce akan mulai dilakukan setelah lebaran. Saya sih masih berharap kalo ramadhan kemarin bisa memberi hikmah dan hidayah, siapa tau mereka nggak jadi melanjutkan proses divorce dan rumah tangga mereka utuh lagi. Karena hanya Allah SWT lah yang maha membolak-balikkan hati manusia, jadi siapa tau pelan-pelan tumbuh cinta di hati suaminya dan akhirnya mereka nggak jadi cerai. Tapi terakhir ketemu sama sahabat saya kemarin katanya sih mereka tetap akan proses pereceraian mereka. Sahabat saya udah terlalu sakit hati dan nggak bisa hidup dengan orang yang nggak cinta dia, nggak menginginkan dia. Iya lah... sakit rasanya hidup sama pasangan yang ternyata si pasangan nggak mencintai kita.

Sekarang mereka pisah rumah atau gimana? Sahabat saya masih satu rumah dengan suaminya, masih 1 tempat tidur dengan suaminya, masih diantar jemput suaminya pulang pergi ngantor, masih bisa saling bertukar pikiran dan cerita2 sama suaminya seolah ga ada apa2. Sahabat saya bilang, hubungan mereka sekarang seperti kakak adik. Ketawa bareng, tidur bareng, makan bareng, tapi tanpa getaran apa-apa. Yang ada hanya kasih sayang seperti kakak adik. Kok bisa seperti itu? Sahabat saya bilang bisa karena mereka sudah melewati masa2 penuh tangisan dan sudah ikhlas. Sekarang yang ada rasa legowo dan optimisme hidup. Sahabat saya udah kehilangan kebahagiaan rumah tangga dan sekarang dia akan fokus sama karirnya. Saya jadi ngerti apa maksud perkataan dia di YM waktu itu seperti yang syaa tulis di atas. Sayapun nggak ada hak untuk ngomel ke suaminya dan berusaha mengerti, karena sahabat saya pun juga nggak pengen saya membenci suaminya. Kalo sahabta saya udah legowo dan ikhlas, ya saya hanya bisa support dia aja dan praqy for her supaya sahabat saya dapat ganti yang lebih baik dan mencintai dia tulus apa adanya.

Terus kenapa saya cerita kisah sahabat saya ini di blog saya? Karena ada hal yang jadi catatan penting buat saya sebagai orang tua.
Insya Allah Saya nggak mau nantinya jadi orang tua yang mendikte anak untuk memilih pasangan hidupnya. Jangan sampe karena saya seneng sama salah seorang temen lawan jenisnya, saya paksakan anak untuk menikah sama orang itu padahal saya nggak tau anak saya cinta atau nggak. Mengenalkan atau kasih pandangan boleh aja, tapi kalo anaknya nggak suka/cinta ya orangtua jangan memaksakan. Anak berbakti pada orang tua itu wajib, tapi jangan sampe deh anak menuruti egoisme orang tua kalo ternyata hati si anak nggak berkenan. Anak yang menjalani, kasian kalo sampe dia terjebak pada pernikahan dengan orang yang tidak dia cintai. Duh kok mikirnya kejauhan ya.... Tapi bener deh, ini jadi concern saya dan suami setelah tau kisah sahabat saya seperti ini. Sebenenrnya ini nggak berlaku hanya untuk masalah percintaan kok, pendidikan pun begitu. Insyaallah nggak akan memaksakan jurusan pendidikan anak. Biarkan mintanya mengalir kemana, kita sebagai orang tua tinggal support aja.

Sekarang saya nggak tau proses mereka sampai dimana karena belum tanya2 lagi. Tapi saya tetep berdoa mudah2an mereka diberi jalan yang terbaik. Seperti yang saya bilang, Allah SWT lah yang maha membolak-balikkan hati manusia. Siapa tau aja ramadhan kemarin membawa berkah untuk mereka dan mereka nggak jadi divorce. Kalopun mereka jadi divorce, semoga sahabat saya maupun mantan suaminya dapat ganti yang lebih baik. Saya tau suami sahabat saya itu pada dasarnya org baik dan taat agamanya. Saking berbakti sama ibunya dia nurut kemauan ortunya untuk nikah dengan sahabat saya yang pada akhirnya hati dia ngga bisa bohong karena ngga kuat hidup bersama sama orang yang nggak dia cinta.

Denger cerita sahabat saya bikin saya jadi bersyukur dikaruniai suami kayak ayah. Si ayah bukan orang paling sempurna, tapi mudah2an dia bisa menyempurnakan hidup saya dan ibadah saya. Ditambah lagi kami udah diberi amanat seorang putri, mudah2an kasih sayang diantara kami terus tumbuh dan bisa terus sama-sama sampai maut memisahkan *berpelukaaaannnn....*

18 Comments:

  1. moga2 sahabatnya bisa rujuk kembali ama suaminya ya...

    bukannya gak mungkin lho, apalagi mereka gak berantem, tetep baik2 serumah dan seranjang. siapa tau ntar suaminya akhirnya realize kalo dia sebenernya cinta... :)

    ReplyDelete
  2. duh sedih ya..aku juga pernah punya temen yang baru married tahun ke 2 tiba2 divorce..sedih bgt dech...

    ReplyDelete
  3. hhm... ada ya kisah seperti itu
    persis sinetron jadinya.

    jadi sedih
    jadi miris

    orang bilang kalo cinta bisa dipelajari. inget orang jaman dulu, yang menikah melalui perjodohan, tanpa ketemu sebelumnya. setelah menikah, barulah mereka belajar saling mencintai pasangannya.

    lha kalo ini...
    duh, awalnya niatnya baik. menyenangkan hati sang ibunda. tapi kalo ternyata si suami tidak bisa (atau tidak mau) belajar mencintai istrinya...
    mo gimana lagi.

    semoga sahabatnya bisa kuat yaa
    amiiiiiiiiiin

    ReplyDelete
  4. untungnya belom punya anak ya...

    ReplyDelete
  5. hanya bisa mendoakan semoga mendapatkan jalan keluar yg terbaik

    ReplyDelete
  6. hmmmh...divorce emang menyakitkan, ga cuma yg ngalamin, tp juga keluarga besar pasti ikut sedih. Kedua adikku ngalamin divorce, aku stress sampe hormonku melonjak dan susah punya anak dulu :(( semoga dikasi jalan yg terbaik ya buat sahabatnya

    ReplyDelete
  7. kisahnya kayak cerita fiksi aja, tapi itu beneran ya jeng?

    duh semoga sahabatmu ga jadi divorce, siapa tau waktu yang akan menumbuhkan cinta dan sayang diantara mereka..

    ReplyDelete
  8. TFS. Alhamdulillah, saya dan para mama blogger lainnya diberikan suami, anak, keluarga yg mencintai dan dicintai. Terima kasih... ini memberikan nilai lebih buat saya untuk bersyukur atas apa yang saya miliki.

    Semoga, sahabat tsb diberikan kekuatan dan ketabahan hati.

    ReplyDelete
  9. Saya juga pernah di posisi mam. Dicurhatin temen yang mau divorce. Di telpon sudah tangis2 an. Pernikahan temen saya juga baru 1.5 th. Bersyukurnya belum dikaruniai anak. Tp dalam kasus temen saya, suaminya selingkuh. Pdhal saya kenal bener sama suaminya. Ironis memang, suami yg saya kenal sbg org yg baik, sholeh, rajin puasa sunah, tampak mencintai temen saya ternyata bisa sejahat itu. Hati saya juga ikut hancur waktu itu. rasanya saat itu pengin memaki2 suami temen saya. Apalagi saya terpaksa jadi saksi perceraian mereka. Duh...berat banget.

    Sebagai pendengar curhatan temen saya, saya tidak menyarankan perceraian. Saya cuma bilang "apapun langkah yang kamu ambil, saya dukung". Tp krn kelakuan suaminya sudah kelewatan, sudah terang2 an kalau selingkuh dan gak mau memperbaiki sikap, divorce adalah jalan terbaik. Alhamdulillah stlh 3 th memendam luka yg teramat dalam, temen saya menemukan penggantinya yg menurut saya jauuuh lebih baik. Skr sudah hidup bahagia bersama 2 anaknya.

    Dulu saya sempet trauma jadinya. Belum menikah tapi sudah menjadi saksi perceraian. Alhamdulillah, kita patut bersyukur ya mempunyai suami yang baik. Semoga temen mom itu diberi jalan terbaik untuk menyelesaikan masalahnya.

    Hehehe sori ya mam komen saya kayak posting aja...

    ReplyDelete
  10. tik, mungkin ini bisa jadi masukan. cinta itu BISA DITUMBUHKAN. meski awalnya ga cinta, kalo kita mau, kita bisa menumbuhkan cinta itu. lalu merawatnya. jadi, kalo suaminya mau, kalo suaminya tau bagaimana kuatnya perjanjian pernikahan di mata agama, dan bagaimana sucinya hubungan pernikahan, maka LAKUKANLAH PERCOBAAN YANG LENGKAP (minjem istilah buku negri5menara). kalo gak berhasil menumbuhkan cinta dalam 2 tahun, cobalah dalam 5 tahun. kalo gak berhasil juga, cobalah dalam 10 tahun, dst.

    tik, masukan buat istrinya, gw pernah dikasih nasihat dari perempuan lain, katanya: ngapain ngarep cinta suami semata, cinta Allah itu jauh lebih besar. jadi kalo menurut gw, kalo Allah udah cinta sama kita, maka Ia lah yang akan menggerakkan hati suami untuk mencintai kita.
    oh, my big mouth. tapi semoga bermanfaat. prihatin euy...

    ReplyDelete
  11. Sedih baca ceritanya, mom. Mmg bs dibayangin gmn sakitnya perasaan klo tau selama ini ud dibohongi oleh org terkasih... Tp bgmnpun, mrt saya perceraian bkn jln keluar terbaik. Asalkan sama2 mau dgn tulus utk memperbaiki apa yg salah dan minta spy dikaruniai cinta oleh Tuhan, pasti Tuhan akan bekerja..

    ReplyDelete
  12. arman: amin... itu juga yang gw harapkan. moga2 aja seiring berjalan waktu malah bikin suaminya sadar kalo sebenernya dia bisa sayang istrinya. Moga2 aja ya ramadhan kemarin membawa berkah

    ibudazakyfai: iya mbak, aku juga sedih minta ampun. keputusan belum final mbak, masih ada harapan. semoga aja Allah membukakan pintu hati mereka dan happy ending ya :)

    elsa: iya mbak kok jadi kayak sinetron ya... Jaman dulu orang bisa ya cuma ketemu berapa kali, menikah dan cinta sampai mati. Ya sekarang juga pasti ada juga sih yang begitu. doakan aja mereka dpt hidayah dan ngga jadi divorce ya :)

    baby dija: iya dek dija, untungnya mereka blm punya anak...

    Lidya: amin mbak lid... keputusan blm final kok, segala sesuatu bisa terjadi. smoga aja happy ending ya...

    ReplyDelete
  13. vera: iya mbak ver emang bikin sedih semua org terdekat pastinya. aku baca tuh curhatnya mbak vera ttg adek mbak vera yg divorce. apapun keputusan temanku smgitu memang yang terbaik ya...

    entik: iya mbak ini kisah nyata lho bukan fiksi. amin... semoga ya mbak mereka nggak jadi divorce

    bunda fisa: amin... semoga temanku diberi kekuatan menghadapi cobaan ini. aku masih berharap mereka nggak jadi divorce bund..

    bundit: hehe gpp bund comment panjang. TFS ya bund :)
    akupun diceritain sama temenku juga nggak mendukung dia untuk divorce. malah aku minta pikir2 100 kali, kalo bisa jangan sampe divorce. akhirnya aku bilang seperti yang bundit bilang, aku dukung keputusan apapun yang dia ambil asalkan sudah istikharah. semoga aja ya bund happy ending..

    winy: gw nggak tau detail rumah tangga mereka spt apa Win krn gw nggak mau ngorek2 memasuki wilayah pribadi mereka. tp setau gw, mereka udah berusaha meski mungkin usaha mereka nggak sampai bertahun2 seperti yang lo sarankan. yang jelas gw ngga bisa ngomong ke suaminya krn suaminya ngga tau kalo ada org lain selain keluarga mrk yg tau ttg rencana divorce. nggak lucu dong ujuk2 gw nasehatin suaminya, krn setau suaminya hanya keluarga yg tau masalah ini.
    kalo istrinya (tmn gw) jelas udh gw beri masukan semampu gw. masalah utama penyebab divorce sebetulnya bukan ini win. ada banyak masalah, tapi temen gw ngga cerita masalah intinya. masalah inti hanya dia dan suaminya yang tau katanya. dan gw sama sekali nggak mau ngorek hal pribadi rumah tangga mereka. temen gw latar belakang agamanya kuat win, insya Allah dia sudah melalui istikharah dsb. tp kalo hanya dia yang mau memperbaiki tp suaminya nggak bisa gimana, dia juga nggak bisa maksa. mudah2an aja mereka dpt hidayah dan ngga jadi divorce. smp skrg pun gw masih minta dia bertahan. tapi keadaan rumah tangga mereka sebenarnya hanya mereka yang tau dan menjalankan tho... gw sbg org terdekat cuma bisa kasih masukan dan support, tp keputusan akhir ada di tangan mereka..

    Thanks win masukannya, ntar kalo pas ngobrol sama temen gw akan gw sampaikan :)

    Alissa: iya mom sedih denger kisahnya... Aku selalu berdoa supaya mereka ngga jadi divorce. at least mencoba lebih keras memperbaiki kesalahan masing2. siapa tau seiring berjalan waktu cinta di hati suaminya tumbuh. keputusan blm final kok, masih ada harapan mereka tetep bertahan...

    ReplyDelete
  14. hmmm sedih ya mom dengernya. tetanggaku banyak juga yang begitu. bahkan cerai setelah anaknya lahir. Kasihan anaknya kan.....smoga kita terhindar dari itu ya mom.....semoga hanya ajal yang dapat memisahkan kita dan suami. bukan karena perceraian. amiin

    ReplyDelete
  15. iseng buka blog mbak..eh baca cerita ini!! sedih banget kalo bener...kok ada ya, udah berjalan bertahun-tahun tapi ga cinta? jadi inget cerita putri diana yg ga dicintai pangeran charles!!

    ReplyDelete
  16. Baca cerita ini jadi inget temen nya temen ku yang berjualan presto. Nah loh?? hehe :D

    ReplyDelete
  17. ini sama dgn kisah rumah tangga saya
    sedih banget jadi istri yg sama sekali ga dicintai suami
    saya setiap hari berusaha menyenangkan hati suami, saya berusaha gimana caranya agar suami saya bisa mencintai saya tapi sampe sekarang kasih sayang itu hanya mimpi. mimpi yg mustahil bisa jadi kenyataan.
    suami saya sangat menyayangi anak kami, kadang saya iri
    alangkah beruntungnya anak kami bisa disayangi oleh ayahnya tapi saya sebagai istrinya sama sekali tidak dicintai dan tidak disayanginya.
    saya minta cerai, tapi suami saya nggak mau menceraikan saya dengan alasan berat ke anak.

    ReplyDelete

Powered by Blogger.